Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Aksesibilitas dengan Pemanfaatan Transportasi Digital dalam Pelayanan Kebidanan pada Ibu Hamil Tahun 2026
Kata Kunci:
Accessibility, Pregnant Women, Midwifery Services, Attitude, Digital TransportationAbstrak
Keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan merupakan salah satu dari tiga keterlambatan yang berkontribusi terhadap kematian ibu, dan erat kaitannya dengan masalah transportasi. Perkembangan transportasi digital berpotensi mempercepat akses dan rujukan dalam pelayanan kebidanan, namun pemanfaatannya oleh ibu hamil masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan aksesibilitas dengan pemanfaatan transportasi digital dalam pelayanan kebidanan pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Natam, Kabupaten Aceh Tenggara, tahun 2026. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah 80 ibu hamil, dilaksanakan pada bulan Oktober 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji chi-square pada tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 57,5% responden tidak memanfaatkan transportasi digital, 52,5% berpengetahuan kurang, 46,3% bersikap negatif, dan 43,8% memiliki aksesibilitas kurang. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dan aksesibilitas (p=0,000) dengan pemanfaatan transportasi digital. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan aksesibilitas berhubungan dengan pemanfaatan transportasi digital dalam pelayanan kebidanan.
Unduhan
Referensi
Azwar, S. (2016). Sikap manusia: Teori dan pengukurannya. Pustaka Pelajar.
Dahlan, M. S. (2012). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Salemba Medika.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman sistem rujukan maternal dan neonatal. Kemenkes RI.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2014). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Saifuddin, A. B. (2014). Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. YBP-SP.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Thaddeus, S., & Maine, D. (1994). Too far to walk: Maternal mortality in context. Social Science & Medicine, 38(8), 1091–1110.
Wawan, A., & Dewi, M. (2010). Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Nuha Medika.
World Health Organization. (2019). WHO guideline: Recommendations on digital interventions for health system strengthening. WHO.
World Health Organization. (2023). Maternal mortality. WHO.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2023). Laporan perkembangan ekonomi digital Indonesia. Kominfo.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Suci Syahril, Siti Hijriah, Cindy Lauren Munte, Tiopani Sipahutar (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0), yang memungkinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi dalam media apa pun, asalkan karya asli dikutip dengan benar. Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi non-eksklusif kepada jurnal.
