Penyuluhan tentang Peningkatan Pengetahuan Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting
Kata Kunci:
Peran Remaja, Stunting, Pengetahuan, Pendidikan KesehatanAbstrak
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang dipicu oleh kekurangan gizi, infeksi yang terjadi berulang kali, serta kurangnya stimulasi psikososial. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa permasalahan status gizi balita di dunia masih signifikan, dengan 150,2 juta anak mengalami stunting, Indonesia sebesar 19,8% pada tahun 2024, Kabupaten Aceh Tenggara pada Tahun 2023 sebesar 32,9 %. Jumlah peserta dalam pengabdian masyarakat ini adalah 30 mahasiswa, proses Kegiatan pengabdian masyarakat ini diterapkan melalui metode edukasi kesehatan menggunakan teknik ceramah dan diskusi dan pemberian pre test dan post tes. Hasil dari pengabdian masyrakat nilai rata-rata pre-test tercatat sebesar 69,1, kemudian meningkat menjadi 93,7 pada nilai rata-rata post-test. Kesimpulan Edukasi kesehatan terbukti meningkatkan pemahaman responden mengenai pencegahan stunting. Melalui bekal pengetahuan, kesadaran, serta aksi yang nyata, generasi muda memiliki peran strategis dalam menekan angka stunting di tengah masyarakat.
Unduhan
Referensi
Alwi, M. A., Hamzah, H., & LEwa, A. F. (2022). Determinan dan Faktor Risiko Stunting pada Remaja di Indonesia : Literature Review. Svasta Harena Jurnal Ilmiah Gizi.
Ayuningtyas, A, S., D, & Rizal, A. (2018). Asupan zat gizi makro dan mikro terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan.
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwandy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal and Child Nutrition, March, 1–10. https://doi.org/10.1111/mcn.12617
Hasriani, S., Pratiwi, W. R., & Qardhawijayanti, S. (2025). Pemberdayaan remaja melalui edukasi gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. JOURNAL of Public Health Concerns, 5(9), 615–620.
Indriasih, E., Edwin, V. A., Yulianto, A., Deva, N. M. S., Yulianti, A., Agus, T. P., & Pracoyo, N. E. (2025). The Relationship between Infectious Diseases and Stunting among Toddlers in Indonesia. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research |. https://doi.org/10.4103/ijnmr.ijnmr
Istiqomah, A., S, K. M., Amali, R. A., & Tiawati, S. (2024). Peran Gizi Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Balita. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Giz, 2(2).
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buleting Stunting.
Kementerian Kesehatan RI. (2024a). Survei Kesehatan Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2024b). Survey Status Gizi Indonesia.
Mediani, H. S. (2020). Predictors of Stunting Among Children Under Five Year of Age in Indonesia : A Scoping Review. Global Journal of Health Science, 12(8), 83–95. https://doi.org/10.5539/gjhs.v12n8p83
Natanael, S., Kadek, N., Putri, A., Adhi, K. T., Studi, P., Kesehatan, S., Kedokteran, F., & Udayana, U. (2022). Penelitian gizi dan makanan. The Journal of Nutrition and Food Research, 45(1), 1–10.
Noviasty, R., Indriani, M., Rahayu, F., & Firdaus. (2020). Eduwhap Remaja Siap Cegah Stunting Dalam Wadah Kumpul Sharing Remaja. Logista- Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Sholehah, L., & Ratna. (2026). STUNTING SEBAGAI FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 DI MASA MENDATANG : SYSTEMATIC REVIEW. Indonesian Journal of Science, 2(6), 672–678.
Soliman, A., Sanctis, V. De, Alaaraj, N., Ahmed, S., Alyafei, F., Hamed, N., & Soliman, N. (2021). Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting : From Childhood to Adulthood. Acta Biomed, 92(4), 1–12. https://doi.org/10.23750/abm.v92i1.11346
Word Health Organization (WHO). (2015). Stunting in a nutshell. WHO, Geneva. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
World Health Organization (WHO). (2020). Stunting prevalence among children under 5 years of age (%) (model-based estimates).
World Health Organization (WHO). (2024). Joint child malnutrition estimates. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimates-unicef-who-wb
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mastina, Siti Lestari, Rahayu Handayani, Cici Maisarah, Rismawati (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dilisensikan di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0), yang memungkinkan penggunaan, distribusi, dan reproduksi dalam media apa pun, asalkan karya asli dikutip dengan benar. Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi non-eksklusif kepada jurnal.
